Bersikap Bodo Amat

Tiga bulan terakhir saya merasa adalah bulan terberat bagi saya selama berkarir, penyebabnya adalah terlalu banyak hal yang terlalu saya pikirkan, Misal karena adanya AI dan ML saya menjadi khawatir bagaimana jika di masa depan skill saya sudah tidak lagi dibutuhkan karena komputer tidak perlu diperintah secara manual, akhirnya saya belajar AI dan ML namun hanya bertahan beberapa hari karena, entah mengapa.

Kemudian saya banyak memikirkan tentang cita-cita saya yang ingin membangun perusahaan sendiri, memikirkan setiap hari apa yang kiranya akan saya buat. Pun setelah saya menemukan ide yang bagus menurut saya, mengerjakan beberapa hari akhirnya mangkrak karena terlalu memikirkan sisi teknikal, teknologi apa saja yang akan saya gunakan, bagaimana scalabilitynya, apakah ide saya akan works? apakah orang akan suka dengan apa saya buat, dan lain - lain.

Puncaknya adalah ketika saya mengkhawatirkan kekhawatiran itu sendiri, setiap malam susah tidur karena setiap kali memejamkan mata, banyak hal yang terlintas di kepala.

Akhirnya sejak minggu lalu saya disadarkan oleh sebuah buku yang saya baca, "The Subtle Art of Not Giving a Fuck" bahwa sumber dari semua ini adalah karena saya mulai kehilangan salah satu sifat saya, yaitu sifat bodo amat.

Saya mulai sadar bahwa yang mengantarkan saya menjadi seorang programmer hanya dengan modal otodidak adalah karena saat itu saya menerapkan sifat bodo amat.

Bersikap Bodo Amat disini bukan seperti "Bodo Amat gak belajar hal - hal baru, orang aku sudah punya kerjaan" tapi lebih ke bodo amat akan hal-hal yang kurang penting untuk ditanggapi.

Misal, ketika kita memulai bisnis kita terlalu banyak berfikir soal bagaimana kalau bisnis ini gagal? bagaimana jika ternyata orang membenci produk saya? dan akhirnya bisnis pun tidak jadi kita jalankan dan waktu banyak kita buang hanya untuk memikirkan kekhawatiran2 tidak jelas itu.

Atau, ketika kita ingin menulis di Blog, kita terlalu banyak mikir apakah yang saya tulis ini benar? apakah orang akan paham dengan apa yang saya jelaskan? atau apakah tulisan saya akan dibaca oleh orang lain? dan pada akhirnya kita jadi gak nulis dan blog kita jadi kosong.

Padahal, ketika kita ingin berbisnis misal ingin berjualan Pecel Lele, yaudah yang perlu kita lakukan adalah memilih tempat yang strategis, mulai berjualan dan promosi. Atau ketika kita ingin menulis di blog, kita tentukan idenya, mulai tulis apa yang ingin kita jelaskan atau ceritakan, koreksi typo dan susunan kalimat lalu publish. kelar! khawatir itu tidak termasuk dalam to-do list.

Banyak toh berita-berita kisah sukses orang-orang yang hanya berawal dari iseng, atau sekedar hobi. dan juga banyak cerita-cerita bisnis gagal padahal segala hal sudah dipikirkan.

Saya yakin pada saat pertama kali saya melamar pekerjaan menjadi programmer, jika saat itu saya menuruti rasa takut dan khawatir karena saya bukan sarjana teknik, saya tidak akan jadi melamar dan tidak akan pernah menjadi programmer.

Intinya, setiap kali kita ingin melakukan sesuatu, rasa khawatir dan takut itu akan selalu muncul dan tidak perlu kita gubris, bersikaplah Bodo Amat!

Dewasa adalah ketika kita dapat mengontrol diri kita hanya untuk memikirkan sesuatu yang penting dan berguna dan tidak terlalu memikirkan hal yang tidak penting dan tidak berguna
Show Comments